Selasa, 06 Januari 2009

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fisika Kedokteran














Disusun Oleh :
Fendhi Bagus Sapotro
052150483









PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
2008
KATA PENGANTAR



Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segala puji hanya bagi Allah yang telah melimpahkan Taufik, Hidayah dan InayahNya kepada kita, sehingga kita masih dapat menghirup nafas kaislaman sampai sekarang ini. Shalawat dan salam semoga tercurah pada junjungan kita Nabi agung Muhammad SAW yang telah berjuang dengan semangatnya yang begitu mulia yang telah membawa kita dari jaman Jahilliyah kepada jaman Islamiyah.
Dengan mengucap Alhamdulillah kami dapat menyusun makalah kami yang berjudul “Sistem Reproduksi Pada Manusia”. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada dosen Fisika Kedokteran Ibu Nur Azizah yang telah membimbing kami dalam setiap materi tentang reproduksi, tidak lupa teman-teman yang senantiasa kami banggakan yang semoga kita selalu dalam lindungan Allah serta dapat berjuang dijalan Allah SWT.
Kami menyadari tentunya makalah kami jauh dari sempurna, maka dari itu kami mohon saran dan kritik yang dapat membangun tentunya. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila dalam penulisan masih terdapat kalimat-kalimat yang kurang dapat dipahami agar menjadi maklum.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



Purworejo, 22 Desember 2008
Penyusun







Daftar Isi


Halaman
Judul ..........................................................................................................................1
Kata Pengantar ………………………………….……………………………..…...2
Daftar Isi ……………………………….…………………………………………...3
BAB I PENDAHULUAN ……….…………………….………………………......4
BAB II PEMBAHASAN ..........................................................................................5
A. Alat-alat Reproduksi pada Laki-laki ..........................................................5
B. Alat-alat Reproduksi pada Wanita .............................................................6
C. Pembentukan Sel Kelamin ……………………………………………….7
D. Ovulasi .......................................................................................................8
E. Fertilisasi / Proses Pembuahan ..................................................................9
F. Kehamilan ..................................................................................................9
G. Menstruasi .................................................................................................10
H. Penyakit pada Sistem Reproduksi .............................................................11
I. Tingkat Pertumbuhan Populasi .................................................................12

BAB III PENUTUP .................................................................................................13
Daftar Pustaka ……………………………………………………..……………....14











BAB I
PENDAHULUAN


Setiap makhluk hidup selalu bereproduksi, bereproduksi bertuuan mempertahankan keberadaan jenisnya. Demikian manusia, proses reproduksi diatur oleh sistem reproduksi yang memiliki dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Keduanya memiliki sistem reproduksi yang berlainan dan saling membutuhkan.
Pria dan wanita memiliki sel benih khusus yanng disebut gamet. Pada pria disebut spermatozoa dan pada wanita, ovum. Gamet bersifat haploid, jadi memiliki 23 kromosom. Zigot memiliki 23 pasang kromosom, jadi diploid. Zigot bertumbuh dan berkembang di dalam rahim selama 40 minggu, sebelum dilahirkan. Jadi fungsi sistem reproduksi wanita adalah menghasilkan sel benih (ovum), dan bila telah dibuahi, membesarkannya sampai dilahirkan, kemudian menyusuinya sampai mampu berkembang dengan diet campuran.
Fungsi sistem reproduksi pria adalah menghasilkan sel benih pria (spermatozoa) dan meneruskannya ke wanita.














BAB I I
PEMBAHASAN


A. Alat-alat Reproduksi pada Laki-laki
Alat reproduksi laki-laki terdiri dari:
§ Sepasang testis
§ Saluran-saluran kelamin
§ Kelenjar-kelenjar tambahan
§ Penis




1) Testis : kelenjar kelamin penghasil sperma dan hormon testosteron.
2) Saluran kelamin
§ Vasa eferentia : menampung sperma
§ Epididimis : mengabsorpsi sperma hingga kental dan menyimpan sperma sementara (3 minggu)
§ Vasdeferens : saluran penghubung epididimis dengan uretra pada penis. Dibagian ujungnya terdapat saluran ejakulasi
§ Uretra merupakan saluran untuk mengeluarkan sperma dan urine.
3) Kelenjar tambahan
§ Vesika seminalis
Merupakan kantong semen (mani) yang dindingnya menghasilkan cairan lendir yang mengandung fruktosa, asam askorbat dan asam amino sebagai makanan dan pelindung sperma sebelum membuahi ovum
§ Semen (mani)
Semen (mani) adalah cairan yang terdiri dari sperma dan cairan yang dihasilkan oleh beberapa kelenjar
§ Kelenjar prostat
Menghasilkan cairan basa berwarna putih susu.
Cairan ini berfungsi untuk menetralkan sifat asam pada saluran vasa eferentia dan cairan pada vagina sehingga sperma dapat bergerak dengan aktif
§ Kelenjar cowperi (bulbouretralis) : Penghasil cairan pelicin
4) Penis
Merupakan alat kelamin luar yang berfungsi untuk memasukan sperma kedalam tubuh wanita.Sistem reproduksi laki-laki berhubungan erat dengan sistek ekskresi urineria
Testis menghasilkan jutaan sperma setiap hari mulai dari masa pubertas sampai meninggal dunia. Jika tidak dikeluarkan, sel-sel sperma akan mati dan diserap kembali oleh tubuh.


B. Alat-alat Reproduksi pada Wanita
Alat reproduksi pada wanita berupa :
§ Sepasang ovarium
§ Oviduk (tuba fallopii)
§ Uterus
§ Vagina
§ Organ kelamin bagian luar

Ovarium (indung telur)
Merupakan kelenjar kelamin yang memproduksi ovum (sel telur) dan menyekresi hormon estrogen dan progesteron.

Oviduk/tuba Fallopii (saluran telur)
Berfungsi menyalurkan sel telur ke uterus (rahim) dengan gerakan peristaltik dan dibantu oleh gerakan silia pada dindingnya.

Uterus (rahim)
Tempat berkembangnya embrio. Selama kehamilan volume uterus mampu mengembang hingga 500 kali.
Vagina
Tempat penis pada saat kopulasi dan sebagai jalan keluar bayi pada proses kelahiran.
Organ kelamin luar
§ klitoris/klentit : struktur yang sama dengan penis
§ Vulva : terdiri atas labium mayor (bibir besar) dan labium minor (bibir kecil)
§ Lubang saluran kencing
§ Lubang vagina: bagian terluar vagina
§ Fundus : bagian lipat paha


C. Pembentukan Sel Kelamin
1. Pembentukan Sperma (spermatogenesis)
Terjadi di dalam testis, bersifat diploid dan selalu membelah diri secara metosis sehingga berjumlah banyak. Sebagian spermatogonium membesar menjadi spermatosit primer dan terus membelah diri secara meiosis membentuk spermatosis sekunder dan spermatosit sekunder membelah diri kembali secara meiosis menjadi spermatid yang berdiferensiasi menjadi sperma. Tiap-tiap sperma memiliki jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom spermatogonium.









2. Pembentukan Ovum (oogenesis)
Terjadi di dalam ovarium. Oogonium bersifat diploid, membelah diri secara mitosis sehingga berjumlah banyak. Oogonium berkembang menjadi oosit primer dan membelah diri secara meiosis menjadi oosit sekunder dan badan kutub pertama. Oosit sekunder mengandung kuning telur dan sitoplasma, badan kutub pertama merupakan inti sel yang kemudian membelah diri menjadi dua. Oosit sekunder membelah diri secara meiosis menjadi otid dan badan kutub ke dua, berkembang menjadi ovum yang haploid dan setiap oosit primer menghasilkan satu ovum.











D. Ovulasi
Ovulasi adalah proses keluarnya ovum dari ovarium. Ovum akan bergerak ke rahim, bersamaan dengan proses ini, didnding rahim menjadi tebal seperti spon penuh dengan pembuluh darah yang siap menerima zigot







E. Fertilisasi / Proses Pembuahan









Fertilisasi adalh proses peleburan antara satu sel sperma dengan satu sel telur (ovum) yang sudah matang, sel telur yang telah dibuahi berubah menjadi zigot dan menempel pada dinding rahim.


F. Kehamilan
§ Setelah zigot terbentuk, zigot langsung membelah diri menjadi 2, 4, 8, 16 dan seterusnya
§ Dalam waktu bersamaan dinding rahim menebal penuh dengan pembuluh darah siap menerima zigot
§ Zigot menempel pada dinding rahim untuk berkembang
§ Zigot berubah menjadi embrio
§ Terbentuk plasenta dan tali pusat sebagai penghubung antara embrio dengan ibunya.
§ Embrio dikelilingi cairan amnion untuk melindungi dari bahaya benturan
§ Usia 4 minggu, embrio mulai membentuk mata, tangan dan kaki
§ Usia 6 minggu,embrio berukuran 1,5 cm. Otak, mata, telinga dan jantung sudah berkembang. Tangan dan kaki beserta jari-jarinya mulai terbentuk
§ Usia 8 minggu, embrio sudah memiliki organ lengkap. Embrio berubah menjadi janin (fetus)
§ Setelah usia kehamilan mencapai kira-kira 9 bulan 10 hari, bayi siap dilahirkan.


















G. Menstruasi
Bila ovum tiadak dibuahi, dinding rahim yang telah menebal dan penuh dengan pembuluh darah, akan rusak dan luruh/runtuh. Bersama-sama dengan ovum, jaringan tersebut dikeluarkan melalui vagina dalam proses menstruasi (haid).






H. Penyakit pada Sistem Reproduksi
1) Gonorhea (kencing nanah)
Penyebab : bakteri Neisseria gonorrhoeae, ditularkan melalui hubungan seksual.
Akibat : radang pada organ reproduksi yang menyebabkan kemandulan, mata, persendian dan selaput otak pada bayi
Tanda dan gejala : terdapat nanah pada ujung saluran kencing dan terasa panas (terbakar) saat buang air kecil.
2) Sifilis
Penyebab : bakteri Treponema pallidum ditularkan melalui hubungan seksual
Akibat : kerusakan organ reproduksi. Pada stadium lanjut, sifilis menyerang hati, susunan syaraf dan otak
3) Herpes genital
Penyebab : virus herpes simpleksserotipe 2 ditularkan melalui hubungan seksual
Akibat : gangguan pada organ reproduksi, kulit dan menyebabkan kanker rahim
4) Keputihan (fluor albus)
Penyebab : parasit seperti jamur Candida albicans, protozoa Trichomonas vaginalis, bakteri dan virus. Candida albicans menyukai lingkungan yang mengandung gula dan hangat, sering ditemukan pada wanita hamil dan penderita diabetes melitus
Akibat : gangguan pada organ reproduksi wanita
5) Aids (Acquired Immune Deficiency Syndrome)
Penyebab : virus HIV (Human Immunodedeficiency Virus)
Akibat : hilangnya daya kekebalan tubuh terhadap penyakit karena virus ini menyerang sel-sel darah putih
Penyebaran : kontak cairan tubuh dengan penderita AIDS. Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita AIDS setelah 6 bulan atau lebih tergantung daya tahan tubuh.



I. Tingkat Pertumbuhan Populasi
Tingkat pertumbuhan populasi dipengaruhi oleh: natalitas, mortalitas, emigrasi dan imigrasi.

P = ( l – m ) + ( i – e )

P = Pertumbuhan populasi
l = laju kelahiran
m = laju kematian
i = jumlah imigrasi
e = jumlah emigrasi






















BAB III
PENUTUP

Demikian makalah ini kami susun. Kami menyadari tentunya makalah jauh dari sempurna, maka dari itu mohon saran dan kritik yang dapat membangun dari pembaca. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila dalam penulisan terdapat kalimat-kalimat yang kurang dapat dipahami agar menjadi maklum. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya pribadi dan bagi pembaca pada umumnya.

























DAFTAR PUSTAKA


Anatomi dan Fisiologi untuk Keperawatan
http//www.Google.com ‘Sistem Reproduksi Pada Manusia’
dr. Fitranto Arjadi M.Kes, Anatomi Sistem Reproduksi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar